Namun, kenaikan jumlah kunjungan tersebut berbanding terbalik dengan rata-rata tourist spending. Pengeluaran rata-rata wisman tercatat sekitar USD1.374 pada 2023, naik tipis menjadi USD1.392 pada 2024, sebelum turun menjadi USD1.267 pada 2025.
"Kalau kita lihat, spending atau pengeluaran dari turis ternyata mengalami penurunan. Pernah hampir USD1.400 per orang, sekarang berada di bawah USD1.300 per orang," kata Aida.
Menurutnya, digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas lintas negara, baik mobilitas orang, barang maupun jasa. Padahal, Indonesia memiliki modal yang kuat melalui kekayaan alam, keindahan destinasi wisata, serta kekayaan budaya.
Dalam konteks pariwisata, salah satu instrumen yang dapat mendukung kemudahan transaksi wisatawan asing adalah perluasan konektivitas QRIS Antarnegara. Hingga Agustus 2026, transaksi inbound QRIS Antarnegara telah mencapai sekitar Rp4,6 triliun.
