Meski demikian, cakupan QRIS Antarnegara saat ini baru mencakup sekitar 39,77 persen wisman, sehingga masih terdapat sekitar 60,23 persen wisman yang berasal dari negara yang belum terhubung dengan sistem tersebut.
Perluasan konektivitas pembayaran digital antarnegara dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk mempermudah wisatawan melakukan transaksi selama berada di Indonesia, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan tourist spending dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata.
(Dhera Arizona)