AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Penyaluran Kredit Bank Permata (BNLI) Tembus Rp120 Triliun pada Kuartal II-2021

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 02 Agustus 2021 06:24 WIB
Bank Permata Tbk (BNLI) pada kuartal II-2021 mencatat pertumbuhan total aset sebesar 34,8% YoY menjadi sebesar Rp212,9 triliun.
Penyaluran Kredit Bank Permata (BNLI) Tembus Rp120 Triliun pada Kuartal II-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada kuartal II-2021 mencatat pertumbuhan total aset  sebesar 34,8% YoY menjadi sebesar Rp212,9 triliun. 

Penyaluran kredit tumbuh 16,6% YoY menjadi sebesar Rp120,8 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen Wholesale Banking sebesar 39,8% YoY yang antara lain dikontribusikan dari penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020. 

Pertumbuhan kredit Bank juga 

didukung oleh pertumbuhan KPR yang cukup signifikan yaitu sebesar 21,7% YoY di segmen ritel. 

Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant mengungkapkan, meskipun keadaan perekonomian Indonesia belum kembali seperti pra-pandemi, namun kinerja PermataBank membuktikan bahwa dengan strategi bisnis yang perseroan jalankan dan dukungan para nasabah 

kami mampu mencetak hasil yang memuaskan di tengah tahun 2021. 

"Perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit sehat, baik secara organik maupun inorganik, tetap menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja PermataBank saat ini. Kami berharap dapat terus 

mendukung ekosistem perbankan Indonesia menuju ke arah yang lebih kuat," beber dia, Senin (3/8/2021). 

Sejalan dengan pertumbuhan aset, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau tumbuh sebesar 19,4% YoY dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 36,6% YoY. 

Dalam hal pencadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan, Bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian mengingat dampak pandemi yang masih berlanjut yang secara tidak langsung menyebabkan potensi peningkatan risiko kredit inheren. 

Hal ini tercermin dalam peningkatan rasio NPL gross dan NPL net di bulan Juni 2021 menjadi masing-masing 3,3% dan 1,2%, dibandingkan dengan posisi Desember 2020 masing-masing sebesar 2,9% dan 1,0%, walaupun masih lebih baik dibandingkan posisi Juni 2020 masingmasing sebesar 3,7% dan 1,8%. 

Bank mengalokasikan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat penurunan kualitas aset sebesar Rp1,5 triliun atau meningkat 41% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Dengan demikian rasio NPL coverage tetap terjaga 

baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 218%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 112%. Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang selalu diterapkan oleh Bank dalam mengelola risiko kredit. 

Pada kuartal II 2021, Bank berhasil membukukan Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp639 miliar atau meningkat secara signifikan 74,3% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.366 miliar. 

Posisi likuiditas Bank terjaga kuat yang tercermin pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 75% pada akhir Juni 2021, turun dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar 81%. 

"Hal ini dikontribusikan antara lain oleh peningkatan simpanan nasabah yang tumbuh sebesar 25,0% YoY dengan rasio CASA sebesar 52%, menguat dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%," katanya. 

Bank akan terus fokus untuk mempercepat laju pertumbuhan kredit yang sehat, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga secara sustainable dan efisien. Solusi perbankan digital menjadi kunci sukses Bank dalam mengembangkan skala bisnis, dengan mengedepankan pengalaman bertransaksi nasabah secara sederhana, cepat dan andal. 

Rasio permodalan Bank yang sangat kuat dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masingmasing 35,4% dan 26,9%, jauh lebih kuat dari rasio CAR rata-rata industri perbankan di kisaran 24%, menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD