Dia melanjutkan, kredit BCA ditopang pembiayaan produktif Rp802 triliun, meningkat 11 persen YoY. Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6 persen YoY menjadi Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM dengan pertumbuhan 6,6 persen YoY menjadi Rp288,5 triliun.
Sementara Rasio loan at Risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga masing-masing 4,9 persen dan 1,9 persen. Total laba BCA dan
entitas anak pada semester I 2026 mencapai Rp29,5 triliun.
Dia memaparkan, kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen YoY mencapai Rp123 triliun. "Capaian ini salah satunya ditopang pembiayaan berkelanjutan ke sektor Energi Baru Terbarukan yang tumbuh hingga 82 persen YoY menjadi Rp7,7 triliun," ujarnya.
Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25 persen YoY mencapai Rp4 triliun. Per Juni 2026, pendapatan non bunga BCA senilai Rp13,2 triliun atau tumbuh 11 persen YoY.
(kunthi fahmar sandy)