AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Penyaluran Kredit Perbankan Diprediksi Tumbuh hingga 9 Persen di 2022

BANKING
Azfar Muhammad
Selasa, 25 Januari 2022 13:39 WIB
Pertumbuhan kredit di tahun 2022 akan berbanding lurus dengan pemulihan ekonomi yang tumbuh merata.
Penyaluran Kredit Perbankan Diprediksi Tumbuh hingga 9 Persen di 2022 (FOTO:MNC Media)
Penyaluran Kredit Perbankan Diprediksi Tumbuh hingga 9 Persen di 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Ekonom Bank Permata Joshua Pardede menilai pertumbuhan kredit perbankan akan tumbuh positif di masa Pandemi Covid-19.  

Joshua memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada 2022 ini diperkirakan akan tumbuh di kisaran 7 - 9 Persen.  

“Jadi Pertumbuhan Kredit Perbankan Sudah Tumbuh positif di Tahun 2021 dan berkaitan erat dengan peningkatan aktifitas ekonomi dan juga kalau dari segi konsumsi ini juga ditopang dengan segala kebijakan pemerintah dan kami juga memperkutakan bahwa di tahun 2022 ini akan tumbuh di kisaran 7 - 9 Persen,” Kata Ekonom Bank Permata Joshua Pardede dalam Indonesia Economic Outlook oleh HIPMI, Selasa (25/1/2022).  

Adapun kebijakan tersebut mencakup sejumlah insentif yang diberikan oleh pemerintah mulai dari PPNBM hingga PPNDTP Properti. 

“Secara umum sektor usaha sudah mulai menggeliat, sektor manufaktur, pertanian, konstruksi dan perdagangan itu sektor yang utama di Indonesia sudah mulai tumbuh ditambah lagi pertambangan,” ujarnya. 

Menurut Josua, pertumbuhan kredit di tahun 2022 akan berbanding lurus dengan pemulihan ekonomi yang tumbuh merata.  

“Artinya sektor yang di 2021 sebelumnya rendah, maaka kuta bergarap akan naik lagi di tahun 2022 ini misalnya Pariwisata, perdagangan dan sektor yang lain lebih fully dari supply kreditnya nya pun membaik dengan proses dan kehatia-hatian,” urainya.  

Disatu sisi ia menyampaikan perbankan saat ini mulai mendorong untuk mengoptimalkan portofolio dan kualitas kreditnya, sehingga kualitas nya tetap terjaga.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD