“Produk ini bunganya sama dengan KUR, sekitar 6 persen. Tapi jangka waktunya bisa lebih panjang, sehingga lebih fleksibel bagi pelaku usaha,” kata Hirwandi.
Data BTN menunjukkan bahwa profil pengaju KPR subsidi saat ini didominasi oleh kelompok masyarakat dengan rata-rata penghasilan Rp4,9 juta per bulan. Sebagian besar dari pemohon tersebut berasal dari ekosistem informal.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menekankan, urgensi kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak berkurang meskipun di tengah tantangan ekonomi, karena rumah merupakan kebutuhan primer.
“Rumah itu kebutuhan dasar. Orang akan tetap berusaha punya rumah, apapun kondisinya,” kata Nixon.
Guna mempercepat penyaluran, BTN tidak hanya mengandalkan skema pembiayaan baru, tetapi juga memperluas kerja sama dengan platform digital dan layanan keuangan berbasis komunitas. Langkah ini diharapkan dapat mendekatkan layanan perbankan langsung ke titik-titik aktivitas ekonomi pekerja informal.