IDXChannel - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menorehkan kinerja positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan tersebut tercermin dari perolehan premi perseroan yang berhasil melesat hingga dua digit dengan laba bersih menyentuh Rp800 miliar.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi memaparkan, perseroan berhasil menghimpun pendapatan premi sebesar Rp12,2 triliun pada semester I-2026. Realisasi tersebut melesat 25 persen bila dibandingkan dengan torehan periode serupa tahun sebelumnya yang berada di level Rp9,7 triliun.
Adit menjelaskan, akselerasi kinerja ini memperlihatkan tingginya animo nasabah terhadap produk perlindungan yang adaptif dalam memitigasi risiko hidup maupun fluktuasi ekonomi, sekaligus membantu mereka merancang masa depan dengan lebih mantap.
“Pencapaian Prudential Indonesia pada semester-2026 mencerminkan kepercayaan nasabah, sekaligus kekuatan fundamental bisnis kami," katanya dalam keterangan resmi dikutip Senin (14/9/2026).
Di tengah tren kenaikan biaya medis dan pergerakan industri yang semakin dinamis, Adit menegaskan Prudential berkomitmen untuk terus menyajikan opsi perlindungan yang tepat sasaran serta gampang dijangkau oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, perseroan terus menggelontorkan investasi pada aspek pembaruan produk, mutu pelayanan, hingga pengalaman nasabah demi menghadirkan manfaat jangka panjang untuk keluarga di Tanah Air serta menopang keberlanjutan bisnis perusahaan.
Prudential Indonesia berhasil mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar Rp800 miliar, dengan sokongan total aset yang menyentuh angka Rp58,9 triliun hingga akhir Juni 2026. Dari sisi ketahanan modal, indikator rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) berada di posisi 580 persen.
Tingkat solvabilitas yang solid tersebut, menurut Adit, menegaskan daya tahan dan kekuatan finansial perusahaan dalam menjamin perlindungan nasabah, kendati situasi perekonomian sedang dibayangi volatilitas yang dinamis.
Dari lini distribusi keagenan, Adit menguraikan bahwa Prudential Indonesia mencatatkan lonjakan laba bisnis baru per agen aktif sebesar 5 persen, yang diimbangi dengan penguatan margin. Langkah pendorong ekspansi ini meliputi rencana perilisan rangkaian produk anyar pada kuartal III-2026, bersamaan dengan perluasan program PRUVenture guna memacu kapabilitas para tenaga pemasar.
Performa positif juga ditunjukkan oleh kanal kerja sama perbankan (bancassurance). Jalur kemitraan ini mendulang pendapatan premi mencapai Rp4,4 triliun pada semester I-2026, atau melonjak 155 persen dari perolehan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,7 triliun.
(Rahmat Fiansyah)