Tidak hanya itu, perseroan terus menggelontorkan investasi pada aspek pembaruan produk, mutu pelayanan, hingga pengalaman nasabah demi menghadirkan manfaat jangka panjang untuk keluarga di Tanah Air serta menopang keberlanjutan bisnis perusahaan.
Prudential Indonesia berhasil mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar Rp800 miliar, dengan sokongan total aset yang menyentuh angka Rp58,9 triliun hingga akhir Juni 2026. Dari sisi ketahanan modal, indikator rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) berada di posisi 580 persen.
Tingkat solvabilitas yang solid tersebut, menurut Adit, menegaskan daya tahan dan kekuatan finansial perusahaan dalam menjamin perlindungan nasabah, kendati situasi perekonomian sedang dibayangi volatilitas yang dinamis.
Dari lini distribusi keagenan, Adit menguraikan bahwa Prudential Indonesia mencatatkan lonjakan laba bisnis baru per agen aktif sebesar 5 persen, yang diimbangi dengan penguatan margin. Langkah pendorong ekspansi ini meliputi rencana perilisan rangkaian produk anyar pada kuartal III-2026, bersamaan dengan perluasan program PRUVenture guna memacu kapabilitas para tenaga pemasar.
Performa positif juga ditunjukkan oleh kanal kerja sama perbankan (bancassurance). Jalur kemitraan ini mendulang pendapatan premi mencapai Rp4,4 triliun pada semester I-2026, atau melonjak 155 persen dari perolehan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,7 triliun.
(Rahmat Fiansyah)