“Kalau tiba-tiba ada tambahan modal untuk kita langsung KBMI 2, ya, alhamdulillah, karena tentu saja itu bisa kita lakukan untuk bagaimana BCA Syariah bisa melayani lebih luas lagi, lebih kuat lagi,” ujar Eduard.
Guna menjaga daya saing di industri, BCA Syariah terus mendorong berbagai inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Langkah ini mencakup penyediaan produk tabungan bagi segmen generasi muda, penguatan literasi keuangan syariah, hingga program perencanaan tabungan ibadah haji sejak dini.
“Termasuk bagaimana literasi keuangan dan juga kebutuhan, seperti misalnya kondisi yang kita ketahui terkait dengan untuk menjadi haji juga membutuhkan waktu (tunggu) yang cukup panjang, sehingga ada potensi problem solving dari kita sedini mungkin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eduard memastikan manajemen BCA Syariah secara konsisten menjalankan imbauan OJK terkait evaluasi mendasar pada bank-bank di kategori KBMI 1.
“Yang pasti bahwa dalam imbauan itu agar bank-bank di KBMI 1 melakukan suatu review yang menyeluruh terhadap kemampuan keuangannya, struktur dan rencana jangka panjangnya. Bank juga harus memperkuat permodalan, memperkuat apakah melalui suatu konsolidasi maupun kolaborasi, ataupun juga peningkatan secara organik dan anorganik, yaitu seiring dengan pertumbuhannya atau tambahan untuk akuisisi atau setoran modal,” kata dia.