Meski begitu, sentimen positif dari JP Morgan yang menaikkan rekomendasi investasi di beberapa saham perbankan Indonesia, seperti BCA dan Bank Mandiri, memberikan dorongan bagi penguatan rupiah.
"Fortunately, ketika keluar ini baru, assessment baru dari JP Morgan yang mengatakan bahwa mereka menaikkan saham untuk investasi di beberapa bank, kaya BCA, Mandiri dan sebagainya, itu membuat akhirnya berbalik," tuturnya.
Terkait intervensi pihaknya di pasar valuta asing, Triwahyono menegaskan BI mengutamakan mekanisme pasar. BI akan melakukan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar.
"Apakah market perlu guidance, apakah memang terjadi misalnya ketidakseimbangan di pasar, kita sebagai otoritas memang kita harus menjadi pihak yang melakukan stabilize terhadap ketidakseimbangan itu," tambahnya.
Dalam sepekan terakhir, rupiah mengalami pergerakan yang dinamis. Pada awal pekan, rupiah sempat tertekan akibat kekhawatiran pasar terhadap kebijakan Trump. Namun, sentimen positif dari JP Morgan dan intervensi BI berhasil mendorong penguatan rupiah.
Pergerakan rupiah ini menunjukkan bahwa pasar keuangan Indonesia sangat sensitif terhadap sentimen global dan domestik. BI akan terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
(Febrina Ratna Iskana)