Selain perubahan di dewan komisaris, KB Bank juga mengangkat dua direktur baru guna memperkuat aspek risiko dan teknologi yakni Ju Hwan Yi, pakar manajemen risiko yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Risk Officer di KB Prasac Bank Cambodia dan Yungki Prabowo, profesional yang memiliki rekam jejak panjang di bidang teknologi perbankan, termasuk pernah menjabat sebagai Technology and Operation Director di Bank ANZ Indonesia.
Seiring dengan proses transformasi yang terus berjalan, KB Bank juga mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal III tahun 2025.
KB Bank berhasil membukukan laba bersih non-konsolidasi sebesar Rp265 miliar, berbalik arah dari posisi rugi Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menandai keberlanjutan transformasi yang dijalankan KB Bank untuk memperkuat fundamental dan menciptakan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.
Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kinerja KB Bank. Hingga akhir September 2025, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,32 triliun, meningkat 10,83 persen dibandingkan Rp39,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) KB Bank tumbuh kuat sebesar 14,48 persen YoY, didorong oleh peningkatan signifikan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38,02 persen YoY.