AALI
8800
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4400
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
318
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
99
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1560
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
398
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.95
-1.1%
-5.96
IHSG
7088.59
-1.25%
-89.99
LQ45
1014.11
-1.12%
-11.53
HSI
17729.59
-1.14%
-203.68
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Siap Pimpin Pasar, MotionBanking-Visa Rilis Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia

BANKING
Tim IDXChannel
Kamis, 15 Juli 2021 20:49 WIB
MotionBanking dan Visa Indonesia menghadirkan kartu kredit virtual pertama di Indonesia. 
Siap Pimpin Pasar, MotionBanking-Visa Rilis Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia (Dok.MNC Media)
Siap Pimpin Pasar, MotionBanking-Visa Rilis Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia (Dok.MNC Media)

IDXChannel - MotionBanking, aplikasi digital banking dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) melalui anak usahanya PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)-- dan Visa Indonesia menghadirkan kartu kredit virtual pertama di Indonesia. 

"MotionBanking menjadi aplikasi bank digital pertama di Indonesia yang memiliki Virtual Visa Credit Card," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Kamis (15/7/2021). 

Hal tersebut diungkapkan Hary pada Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), melalui anak perusahaannya BABP yang mengoperasikan aplikasi MotionBanking, dengan Visa Indonesia yang digelar secara virtual.

"Saya akan memastikan, kita memberikan usaha terbaik agar kerja sama ini bisa sangat berhasil," tutur Hary. 

MoU yang ditandatangani tersebut menjadi fondasi bagi kedua belah pihak 
untuk penerbitan kartu kredit virtual yang dinamakan MotionVisa. MotionVisa merupakan kartu kredit virtual 
pertama di Indonesia dengan credit scoring berbasis Artificial Intelligence canggih.

MotionVisa terkoneksi langsung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga menghasilkan persetujuan instan dan keputusan kredit 
yang jauh lebih cepat.

MotionVisa dilekatkan pada aplikasi MotionBanking, layanan perbankan digital dari BABP melalui fitur “apply credit card".

Fitur ini menghadirkan proses pengajuan kartu kredit yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional, dimana hal ini menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan wujud komitmen MotionBanking dalam mengutamakan kemudahan dan kenyamanan bagi para penggunanya.

Langsung setelah disetujui, nasabah dapat menggunakan MotionVisa untuk berbagai transaksi online. Selain dapat menghindari kerumunan, berbelanja online dapat meminimalkan transaksi secara tunai, sehingga lebih praktis, aman dan nyaman. 

Berdasarkan survei Sosial Demografi Dampak COVID-19 dari Badan Pusat Statistik (BPS), 9 dari 10 responden berbelanja online.

Pemegang juga diberi kebebasan untuk mengajukan kartunya dalam bentuk fisik melalui aplikasi.

"Secara efektif, kita bisa menjangkau semua orang di Indonesia. Dengan virtual, dengan digital, kita bisa menjangkau masyarakat yang belum memiliki rekening, dan yang tidak memiliki akses ke layanan jasa keuangan," ungkap Hary.

Dia menjelaskan layanan bank digital bisa menjangkau masyarakat yang selama ini tidak terjangkau bank konvensional dan memiliki keterbatasan jumlah fisik kantor cabang. 

Tareq Muhmood, Group Country Manager Regional Southeast Asia Visa Worldwide Pte Limited sangat bersemangat untuk menyukseskan bisnis digital payment MotionBanking. 

"Kesuksesan MotionBanking akan menjadi kesuksesan kami pula. Di Asia Pasifik, 50% transaksi face to face kini menjadi contactless," kata Tareq. 

Dia mengatakan satu dari dua transaksi di kawasan Asia Pasifik sekarang diselesaikan dengan sistem Tap to Pay.

Menurut riset Visa yang dilakukan Visa kepada konsumennya tentang perilaku pembayaran konsumen, sekitar 60% masyarakat Indonesia kini membawa lebih sedikit uang tunai dibandingkan dengan sebelum pandemi. 

"Sekitar 59% masyarakat Indonesia lebih sering belanja online," tuturnya.

E-commerce, lanjut Tareq, berkontribusi sekitar 35% dari volume penggunaan Visa di Indonesia. Jumlah itu meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan 2 atau 3 tahun lalu. 

Dia mengatakan pandemi yang mengakselerasi hal tersebut. 

Menurutnya, Indonesia adalah pasar yang potensial dan signifikan. Jumlah masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. 

Hal tersebut merepresentasikan pasar yang besar dan kesempatan untuk berinovasi di industri. "75% konsumen Indonesia menunjukkan ketertarikan pada digital banking," kata Tareq.

Tareq berharap kerja sama Visa dan MotionBanking menjadi langkah awal untuk kerja sama lainnya di masa mendatang.

"MotionBanking - MNC Bank bersama dengan Visa akan dapat memimpin di pasar yang menjanjikan ini," pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD