IDXChannel - Tabungan Simpeda yang merupakan produk bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia mencatat saldo sekitar Rp74,86 triliun hingga akhir Juni 2026.
Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menilai produk tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan menjadi tabungan digital yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengatakan capaian saldo Simpeda tidak hanya mencerminkan besarnya dana yang berhasil dihimpun BPD, tetapi juga menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan daerah.
"Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Tapi dibelakangnya terdapat kepercayaan masyarakat," ujar Agus dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2028).
Menurut dia, dana yang dihimpun melalui Simpeda dikelola secara prudent oleh BPD dan selanjutnya diintermediasikan kembali melalui pembiayaan bagi masyarakat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dunia usaha untuk menggerakkan perekonomian daerah.
Ke depan, Agus mengatakan tantangan Simpeda bukan hanya meningkatkan jumlah rekening dan saldo, tetapi juga memastikan produk tersebut tetap relevan dengan perubahan perilaku masyarakat. Nasabah saat ini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, serta terhubung dengan berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.
Karena itu, Asbanda mendorong BPD untuk terus memperkuat pengalaman digital Simpeda sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan berbagai layanan finansial lainnya.
"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat—semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan," katanya.
Di sisi lain, transformasi digital tersebut diharapkan dapat memperkuat Simpeda sebagai sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD. Dengan demikian, penghimpunan dana masyarakat dapat terus menopang fungsi intermediasi BPD di daerah.
Agus menilai Simpeda memiliki keunggulan karena menjadi produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Setiap BPD memiliki jaringan serta pemahaman yang kuat terhadap karakteristik masyarakat di wilayahnya.
Kekuatan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun jaringan layanan perbankan yang lebih luas apabila semakin terhubung secara nasional.
"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," kata Agus.
Asbanda pun akan mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan Simpeda. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat produk itu semakin relevan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda.
Agus menegaskan bahwa kehadiran BPD di daerah harus memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.
Asbanda optimistis transformasi Simpeda dapat memperkuat posisi BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah Indonesia.
(Nur Ichsan Yuniarto)