Agus menilai Simpeda memiliki keunggulan karena menjadi produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Setiap BPD memiliki jaringan serta pemahaman yang kuat terhadap karakteristik masyarakat di wilayahnya.
Kekuatan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun jaringan layanan perbankan yang lebih luas apabila semakin terhubung secara nasional.
"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," kata Agus.
Asbanda pun akan mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan Simpeda. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat produk itu semakin relevan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda.
Agus menegaskan bahwa kehadiran BPD di daerah harus memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.
Asbanda optimistis transformasi Simpeda dapat memperkuat posisi BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah Indonesia.
(Nur Ichsan Yuniarto)