AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Suku Bunga The Fed Naik 75 Bps, Intip Kondisi Terkini Perbankan RI

BANKING
Heri Purnomo
Senin, 01 Agustus 2022 13:52 WIB
Tercatat hingga bulan mei 2022 pertumbuhan kredit mencapai 9,03 persen di Indonesia.
Suku Bunga The Fed Naik 75 Bps, Intip Kondisi Terkini Perbankan RI (FOTO:MNC Media)
Suku Bunga The Fed Naik 75 Bps, Intip Kondisi Terkini Perbankan RI (FOTO:MNC Media)

"Jadi kalo kita lihat dari kondisi perbankan saat ini, kondisi fundamental perbankan masih cukup stabil," ujarnya dalam Market Review IDXChannel, Senin (1/8/2022). 

Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat dilihat dari adanya pertumbuhan kredit di perbankan serta kualitas aset di perbankan yang masih baik. 

Menurutnya, kondisi pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia saat ini mengalami kenaikan. Tercatat hingga bulan mei 2022 pertumbuhan kredit mencapai 9,03 persen di Indonesia. 

"Bahkan kalo kita menggunakan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit di bulan juni tumbuh di angka 10,7 persen," katanya. 

Menurutnya, hal tersebut dapat dikatakan bahwa kondisi perbankan di Indonesia cukup baik, terlebih Bank Indonesia menarget kredit perbankan jadi lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal tahun menjadi 9 persen hingga 11 persen. Padahal, bank sentral memasang outlook pertumbuhan kredit naik 6 persen hingga 8 persen di sepanjang 2022 pada awal tahun. 

"Kemudian pada kalo kita lihat dari kualitas non performing loan (NPL) atau kualitas aset, tren NPL nya itu relatif stabil di angka 2,99 persen sampai data terkahir ini, dengan kualitas aset yang tetap terjaga dan pertumbuhan kredit yang cukup tinggi memang kita perkirakan masih stabil," pungkasnya. 

(SAN)

Halaman : 1 2 Tampilkan semua
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD