AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Tak Hanya Domestik, Wapres Minta BSI Berkembang Layani Transaksi Syariah Global

BANKING
Shifa Nurhaliza
Kamis, 08 April 2021 17:53 WIB
Pembentukan BSI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pengembangan industri keuangan syariah.
Pembentukan BSI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pengembangan industri keuangan syariah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Dalam mewujudkan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, pemerintah beberapa waktu lalu telah membentuk Bank Syariah Indonesia. BSI dibentuk lewat penggabungan tiga bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). 

“Kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) diharapkan dapat menangkap momentum untuk mengakselerasi perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Pembentukan BSI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pengembangan industri keuangan syariah. Lewat pembentukan ini, diharapkan bisa melayani transaksi domestik maupun global,” ungkap Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dalam IDX Channel Sharia Fair 2021, Senin (5/4/2021).

Bahkan dengan pembentukan ini juga BSI diharapkan tidak hanya melayani transaksi pada tingkat korporasi besar saja. Akan tetapi juga bisa melayani skala kecil seperti pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

“Melalui penggabungan ini, BSI diharapkan dapat melayani transaksi baik domestik maupun global, dari skala kecil seperti UMKM sampai skala besar di tingkat korporasi baik di dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

Sekadar informasi, dari data dari Equity Daily Trading Publication Bursa Efek Indonesia (BEI) per 24 Februari 2021, nilai kapitalisasi pasar emiten kode saham BRIS sebesar Rp115 triliun.

Hasil merger tiga bank syariah BUMN itu mampu menghasilkan aset Rp240 triliun atau setara 16,78 miliar dolar AS. Dengan jumlah aset tersebut diyakini bisa masuk dalam jajaran 10 bank syariah terbesar di dunia. 

Kemudian, aset BRIS sudah mencapai Rp240 triliun yang menempatkan emiten pada posisi bank dengan aset terbesar di posisi ke-7 di Indonesia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD