sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Perang Iran Jadi Sorotan

Banking editor Wahyu Dwi Anggoro
18/03/2026 09:06 WIB
Federal Reserve (The Fed) menggelar pertemuan suku bunga pada 17-18 Maret, di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Perang Iran Jadi Sorotan. (Foto: AP)
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Perang Iran Jadi Sorotan. (Foto: AP)

Menurut data dari kelompok otomotif AAA, harga bensin rata-rata di AS telah meningkat sekitar 27 persen sejak awal perang.

Bank sentral cenderung mengabaikan dampak inflasi dari guncangan harga jangka pendek, tetapi tidak jelas berapa lama perang di Iran akan berlanjut.

Rumah tangga AS telah terpukul oleh inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan selama bertahun-tahun setelah pandemi Covid.

Pada Januari, indikator inflasi pilihan The Fed berada di angka 2,8 persen, sementara inflasi inti naik sebesar 3,1 persen.

Pasar tenaga kerja AS juga menunjukkan kelemahan dalam beberapa bulan terakhir. Tingkat pengangguran meningkat pada Februari karena permintaan tenaga kerja yang lemah.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement