Langkah tersebut akan berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas rupiah, ekspektasi inflasi, sekaligus daya tarik aset berbasis rupiah.
Dari sisi pasar saham, sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang perlu dicermati dari perkembangan kebijakan tersebut.
Sinarmas Sekuritas menilai, apabila BI menahan suku bunga atau hanya menaikkannya sebesar 25 bps, tekanan terhadap biaya dana (cost of fund) masih relatif dapat dikelola sehingga proses pemulihan sektor perbankan berpotensi berlangsung lebih cepat.
“Dan strategi buy on weakness (BOW) dapat dipertimbangkan saat terjadi koreksi,” tulis Sinarmas Sekuritas.
Sebaliknya, apabila BI harus menaikkan suku bunga dua kali atau lebih dengan total kenaikan sedikitnya 50 bps, tekanan terhadap biaya dana dan pertumbuhan kredit berpotensi meningkat.
Kondisi tersebut dapat membuat proses pemulihan kinerja perbankan berlangsung lebih panjang. (Aldo Fernando)