IDXChannel - Saham-saham AS bergerak naik-turun dan akhirnya ditutup lebih rendah pada Rabu setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
Langkah ini diambil untuk mengatasi inflasi yang tetap tinggi akibat melonjaknya harga minyak mentah selama perang AS-Israel melawan Iran.
The Fed menyatakan bahwa keputusannya diambil secara bulat dan kemungkinan akan ada langkah-langkah pengetatan moneter lebih lanjut dalam waktu dekat untuk mempercepat penurunan inflasi.
“Seperti yang sudah diperkirakan luas, The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun,” kata Kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha Ryan Detrick dikutip Reuters, Kamis (17/9/2026).
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan, perekonomian AS telah menguat sejak pertemuan The Fed terakhir, namun tren inflasi belum menunjukkan perbaikan yang berarti.
“Kabar baiknya adalah (The Fed) tidak berpendapat bahwa kenaikan suku bunga berulang kali dalam beberapa bulan ke depan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian secara keseluruhan yang masih kokoh,” kata Detrick.