Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 38,6 persen (yoy), menurun dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 39,1 persen (yoy).
Penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen (yoy).
Sementara itu, Uang Primer (M0) adjusted pada April 2026 tumbuh 14,3 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen (yoy), sehingga tercatat sebesar Rp2.232,2 triliun.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted3 sebesar 21,6 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6 persen (yoy).
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” katanya.
(Dhera Arizona)