AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

2.000 Ritel Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid-19

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Senin, 02 Agustus 2021 13:57 WIB
Pelaku usaha ritel merupakan salah satu sektor yang paling terpukul sejak adanya pandemi covid-19.
2.000 Ritel Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid-19 (FOTO: MNC Media)
2.000 Ritel Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid-19 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pelaku usaha ritel merupakan salah satu sektor yang paling terpukul sejak adanya pandemi covid-19. Menurut catatan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah ada 2.000 ritel yang tutup akibat pandemi ini.

Di sisi lain, pengusaha ritel akan tetap mendukung apa yang akan dilakukan pemerintah dalam penanganan covid-19, termasuk bila pemerintah harus kembali memperpanjang kebijakan PPKM Level 4.

"Meski mendukung seluruh keputusan pemerintah, kami berharap agar seluruh gerai ritel baik besar maupun kecil dapat beropreasi dengan maksimal lantaran sektor ritel telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat terlebih jika masuk di pusat perbelanjaan,” ungkap Ketua Umum APRINDO, Roy Mandey dalam program 1st Session Closing Market IDX Channel, Senin (2/8/2021).

Roy menyebutkan sejak diberlakukan pembatasan mobilitas masyrakat, angka penjualan ritel di Indonesia anjok, bahkan sejak diberlakukan ppkm darurat penjualan ritel merosot hingga 45 persen.

Selain itu APRINDO mencatat sejak April 2020 hingga Juli 2021 sudah ada 2.000 toko ritel tutup atau gulung tikar karena tak mampu bertahan di tengah pandemi serta melakukan pengurangan hingga pemutusan ratusan ribu tenaga kerja.
 
“Ada 2000 toko gerai terdampak pandemi yang jelas mengurangi potensi perdagangan umum juga manufaktur mamin kepada masyarakat karena channel menjual produk kurang. Bantuan pemerintah selama ini belum menyentuh pengusaha ritel, misalnya pembebasan PPN sewa yang sudah ada sejak April dan ini tidak membantu untuk bertahan,” tegasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD