AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

28 Persen Pasien Covid-19 Berusia 31-45 Tahun, Pakar: Terpapar Saat Kerja

ECONOMICS
Kevi Laras
Kamis, 24 Februari 2022 17:55 WIB
Kasus Covid-19 didominasi oleh usia produktif.
Kasus Covid-19 didominasi oleh usia produktif. (Foto: MNC Media)
Kasus Covid-19 didominasi oleh usia produktif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dokter paru dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Ceva Wicaksono Pitoyo mengungkapkan bahwa usia muda dan masih produktif lebih banyak terpapar Covid-19.  Hal tersebut ia sampaikan, dalam cara webinar disiarkan langsung di YouTube Kementerian Kesehatan.

Melihat usia yang terdata, memang mereka mayoritas para pencari nafkah atau melakukan bepergian atau kegiatan di luar. "Polanya semakin terlihat bahwa Omicron, mereka yang sakit bergerak ke luar," ujar dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, Sp.PD (K), Spesialis Penyakit Dalam, Kamis (24/2/2022)

Data tersebut menunjukkan sebanyak 28,2 persen pada usia 31 sampai 45 tahun, dalam kasus Covid-19 berdasarkan usia produktif atau pekerja ini mendominasi. Sedangkan, urutan kedua ditempati oleh mereka yang berusia 19-30 tahun sebanyak 25,1 persen.

"Di usia muda 31 sampai 45 tahun sebanyak 28,7 persen, mereka bekerja otomatis paling banyak kena," ucap dr. Ceva

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan jumlah kasus terbesar varian Omicron terjadi karena banyaknya, pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Hal tersebut perlu dipahami oleh masyarakat, mengingat tren Covid-19 sedang meningkat di berbagai negara.

"Jadi mohon dipertimbangkan betul, perjalanan ke luar Kota, apalagi luar negeri karena itu sumber penularan," jelasnya

Sementara untuk datanya, ia mengatakan sebanyak 1.066 kasus Omicron dibawa oleh PPLN. Lalu 449 kasus dari transmisi lokal dan 251 dalam penelitian epidemiologi.

Lebih lanjut, ia menerangkan akibat dari mereka yang tidak memahami penularan Covid-19, bepergian tanpa memikirkan orang sekitar. Menurutnya, belajar dari kasus sebelumnya yaitu varian asli Wuhan (Delta). 

"Kasihan apabila terjadi kembali, seperti puncak varian lalu. Karena ini dibawa mereka yang bepergian," kata dr. Ceva. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD