AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Absen Sebagai Saksi di Sidang Tiket Umroh, Lion Air Ditegur KPPU

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Senin, 29 Maret 2021 17:52 WIB
Tindakan yang dilakukan PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) absen membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegur perusahaan tersebut.
Absen Sebagai Saksi di Sidang Tiket Umroh, Lion Air Ditegur KPPU. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -  Tindakan yang dilakukan PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) absen membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegur perusahaan tersebut. KPPU sendiri sedang melakukan sidang atas perkara dugaan Praktik Diskriminasi terkait mitra penjualan Tiket Umroh.

Teguran disampaikan dalam Sidang Pemeriksaan Lanjutan atas Perkara No. 06/KPPU-L/2020 tentang Dugaan Praktek Diskriminasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terkait Pemilihan Mitra Penjualan Tiket Umroh Menuju dan dari Jeddah dan Madinah (atau dikenal dengan Kasus Tiket Umroh) yang digelar hari ini (Senin, 29/3/21) di KPPU. Ini merupakan panggilan pertama yang dialamatkan KPPU kepada Lion Air untuk kasus tersebut.

Kepala Panitera pada Sekretariat KPPU, Ahmad Muhari, menuturkan, Lion Air dalam perkara ini merupakan salah satu saksi dari pihak Majelis Komisi. Khususnya guna memperkuat alat bukti adanya praktik diskriminasi yang dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam pemilihan mitra penjualan tiket umroh.

“Atas panggilan sidang KPPU, Lion Air tidak memberikan konfirmasi kehadiran apapun terkait panggilan tersebut. Sebagaimana Pasal 41 ayat (2) Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU 5/1999), pelaku usaha dilarang menolak diperiksa, menolak memberikan informasi yang diperlukan dalam penyelidikan dan atau pemeriksaan, atau menghambat proses penyelidikan dan atau pemeriksaan,” tutur Ahmad dalam keterangan resminya, Senin (29/3/2021).

Apabila melanggar ketentuan pasal tersebut, KPPU dapat menyerahkan kepada penyidik untuk dilakukan penyidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk itu, KPPU mengimbau agar Lion Air bersikap kooperatif dalam memenuhi setiap panggilan yang akan disampaikan KPPU untuk proses pemeriksaan yang berjalan. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD