sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ada Idulfitri, BI Proyeksi Penjualan Eceran Maret 2026 Tumbuh 9,3 Persen 

Economics editor Nia Deviyana
14/04/2026 13:43 WIB
Mayoritas kelompok mencatatkan peningkatan dan mendorong kinerja penjualan eceran.
Ada Idulfitri, BI Proyeksi Penjualan Eceran Maret 2026 Tumbuh 9,3 Persen. Foto: iNews Media Group.
Ada Idulfitri, BI Proyeksi Penjualan Eceran Maret 2026 Tumbuh 9,3 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kinerja penjualan eceran tetap baik pada Maret 2026 dengan Indeks Penjualan Riil diprakirakan sebesar 254,2 atau tumbuh 2,4 persen (year on year/yoy). Prakiraan ini lebih rendah dari periode sebelumnya yang tumbuh 6,5 persen (yoy).

Cakupan kelompok yang tercatat menopang pertumbuhan penjualan di antaranya Kelompok Suku Cadang dan Aksesoris dengan indeks sebesar 162,0, tumbuh 11,3 persen (yoy); Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan indeks sebesar 364,7, tumbuh sebesar 4,0 persen (yoy); dan Barang Budaya dan Rekreasi dengan indeks sebesar 60,8, tumbuh sebesar 1,7 persen (yoy).

Selanjutnya, secara bulanan, IPR Maret 2026 diprakirakan melanjutkan tren peningkatan dengan pertumbuhan mencapai 9,3 persen (mtm), setelah sebelumnya hanya tumbuh 4,1 persen (mtm) pada Februari 2026. 

Mayoritas kelompok mencatatkan peningkatan dan mendorong kinerja penjualan eceran terutama pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Subkelompok Sandang dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 8,1 persen (mtm), 6,4 persen (mtm), dan 18,6 persen (mtm). 

Angka tersebut meningkat dari periode sebelumnya masing-masing sebesar -5,2 persen (mtm); -3,8 persen (mtm), 6,1 persen (mtm), sejalan dengan peningkatan permintaan saat Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.

Responden memperkirakan penjualan eceran pada 3 dan 6 bulan yang akan datang meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Mei dan Agustus 2026 tercatat sebesar 147,2 dan 162,4, lebih tinggi dari 146,7 dan 149,1 pada April dan Juli 2026. 

Peningkatan IEP Mei 2026 didorong oleh meningkatnya kegiatan masyarakat pada sejumlah HBKN seperti Iduladha, Kenaikan Yesus Kristus, dan Waisak, sementara peningkatan IEP Agustus 2026 didorong oleh event Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) maupun tahun ajaran baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi Mei 2026, diprakirakan meningkat, sementara Agustus 2026, diprakirakan relatif stabil. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9, seiring kenaikan harga bahan baku. 

Sementara itu, IEH Agustus 2026 diprakirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement