Dari sisi pergerakan harga, BI memproyeksikan tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang (April 2026) akan mulai melandai seiring dengan berakhirnya momentum Lebaran. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 yang sebesar 153,9, jauh lebih rendah dibandingkan IEH Maret 2026 yang menyentuh 175,7.
Namun, masyarakat diimbau untuk mewaspadai kenaikan harga kembali pada bulan Juli 2026.
"IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juni 2026 sebesar 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru," kata Ramdan.
Kenaikan penjualan eceran ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2026, di tengah dinamika ekonomi global yang sedang bergejolak.
(NIA DEVIYANA)