AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Ada Penyekatan, Kapolri: 30 Persen Masyarakat Indonesia Nekat Mudik

ECONOMICS
Abdullah M Surjaya/Sindo
Rabu, 12 Mei 2021 21:04 WIB
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengklaim sebanyak 30 persen masyarakat nekat mudik ke kampung halamanya saat Lebaran.
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengklaim sebanyak 30 persen masyarakat nekat mudik ke kampung halamanya saat Lebaran. (Foto: MNC Media)

IDXChannel- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Listyo Sigit Prabowo mengklaim sebanyak 30 persen masyarakat nekat mudik ke kampung halamanya saat Lebaran Idul Fitri 2021. Namun, kebijakan penyekatan arus mudik lebaran bisa menurunkan angka pemudik sampai 70 persen.

“Dari hasil laporan, kegiatan penyekatan ini bisa menurunkan arus mudik dari angka normal sampai 70 persen,” kata Sigit di Pos Penyekatan KM 31 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/5/2021).

Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei mendatang. Menurut dia, penyekatan dilakukan tidak untuk semata-mata melarang mudik, tetapi untuk menjaga keselamatan masyarakat dari Covid-19. Dikhawatirkan, kebiasaan bersilaturahmi saat momen mudik lebaran dapat menyebarkan virus corona (Covid-19). Apalagi momen silaturahmi itu dilakukan untuk menemui orangtua yang usainya sangat rentan terpapar dan beresiko tinggi.

"Kami lakukan dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dari resiko penularan Covid-19 dan resiko tiga kali lipat daripada yang muda, itu kita jaga betul,” ujarnya.

Sigit mengharapkan upaya menekan masyarakat untuk tidak mudik ini dapat mencegah peningkatan angka Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, mudik tetap bisa dilaksanakan akan tetapi dengan cara kekinian. Yakni memanfaatkan teknologi yang ada dan dilakukan secara virtual.

“Mudik tetap bisa dilaksanakan tentunya tapi dengan cara-cara masa kini yaitu dengan virtual gunakan video yang ada diaplikasi ponsel,” tegasnya. Hal itu sangat membantu menekan angka penyebaran wabah Covid-19 dan keluarga maupun lingkungan bisa terjaga.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, bersama Ketua DPR Republik Indonesia, Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPN Doni Monardo melakukan peninjauan titik penyekatan di KM 31 Cikarang Barat Tol Jakarta Cikampek. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD