IDXChannel - Ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, memberikan peringatan mengenai risiko beban utang yang semakin berat. Dia menyoroti bahwa indikator Debt to GDP Ratio (rasio utang terhadap PDB) tidak lagi cukup untuk menggambarkan kesehatan fiskal yang sebenarnya.
Awalil menekankan pentingnya beralih pada indikator Debt Service Ratio (DSR) atau rasio pembayaran beban utang terhadap pendapatan negara. Berdasarkan perhitungannya, beban bunga utang Indonesia pada tahun 2025 telah menyentuh angka 18,66 persen dari total pendapatan negara.
Kondisi ini sejalan dengan sorotan lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, yang telah merevisi prospek kredit Indonesia menjadi negatif. Tingginya porsi pendapatan yang terserap hanya untuk membayar bunga menjadi alasan utama kekhawatiran global.
"Selain peringatan dari Fitch, sebenarnya rasio telah melampaui rekomendasi IMF untuk pengelolaan keuangan suatu negara. Rekomendasi yang bisa diartikan sebagai batas aman adalah 7-10 persen," kata Awalil Rizky dalam analisisnya, dikutip Kamis (19/3/2026).