AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Ada Wabah PMK, Harga Daging Sapi Mengalami Penurunan di Jakarta Timur Sejak Lebaran

ECONOMICS
Muhammad Farhan
Sabtu, 14 Mei 2022 07:00 WIB
Pasca Idul Fitri 1443 Hijriah, harga daging sapi lokal di wilayah Jakarta Timur mengalami penurunan harga khususnya di Pasar Kramat Jati.
Penjual Daging Sapi di pasar (Ilustrasi)
Penjual Daging Sapi di pasar (Ilustrasi)

IDXChannel - Pasca Idul Fitri 1443 Hijriah, harga daging sapi lokal di wilayah Jakarta Timur mengalami penurunan harga khususnya di Pasar Kramat Jati. Turunnya harga daging sapi lokal ini pun diamini oleh para pedagang daging sapi di Kramat Jati, bahkan mereka mengaku kondisi ini tidak terpengaruhi isu Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada sapi yang sedang merebak. 

Salah satu pedagang sapi, Oding menjelaskan harga daging sapi di kiosnya pada Jumat ini (13/5/2022) senilai Rp 135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Menurut Oding harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan saat menjelang Idul Fitri kemarin yang mencapai Rp160 ribu per kilonya. 

"Harga daging sekarang sekilonya kisaran Rp135 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram. Itu untuk harga daging sapi lokal. Kalau mahalnya itu pas Lebaran kemarin harganya Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram," ujar Oding kepada awak media di Pasar Kramat Jati. 

Kendati demikian, Oding menyampaikan puncak harga Rp140 ribu untuk daging sapi lokal masih termasuk mahal. Pasalnya, dia terbiasa menjual seharga Rp120 ribu per kilogram.

"Harganya masih tinggi. Biasanya dijual Rp115 ribu hingga Rp120 ribu," imbuh Oding menjelaskan. 

Di sisi lain terkait isu PMK yang sedang viral, Ranta Wijaya menjelaskan omset pembelian daging sapi lokal di kiosnya tidak mengalami penurunan. Baginya pengaruh wabah PMK tidak membuat pelanggannya banyak menanyakan permasalahan tersebut. 

"Enggak ada penurunan omset, tetap aja sama meski lagi ramai isu PMK. Untuk harga daging super Rp150 ribu, daging biasa Rp140 ribu, untuk daging impor Rp130 ribu per kilogramnya," ujar Ranta menuturkan. 

Ranta pun menegaskan pembelinya selama ini belum menggubris permasalahan wabah PMK terhadap daging yang dia jual. 

"Pelanggan juga enggak ada yang komplain, tidak ada yang nanya untuk membeli daging yang bagus kiatnya seperti apa," ujar Ranta. 

Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyatakan jaminan bahwa mereka tidak menemukan adanya indikasi penyakit PMK di Ibu Kota. Hal ini disampaikan setelah KPKP melakukan pengecekan kepada 19 ekor sapi yang berada di di tempat penggemukan sapi potong di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. 

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati menjelaskan pihaknya telah mengonfirmasi kualitas daging sapi lokal di DKI Jakarta aman dari wabah PMK. 

"Saat sekarang ini tidak ada. Tidak kita temukan indikasi PMK, salah satunya di kandang sapi Pulogadung," ujar Suharini kepada wartawan. 

Suharini pun menuturkan ciri-ciri sapi yang terindikasi terjangkit virus PMK. 

"Ciri sapi terpapar PMK, suhu badan tinggi, gejala akut mulutnya lepuh seperti sariawan bernanah, kukunya kope dan lumpuh," ujarnya. 

Namun, Suharini juga menegaskan jika pihaknya menemukan indikasi sapi terpapar PMK maka sapi tersebut akan dilakukan karantina selama 14 hari. 

"Kita akan lakukan karantina terhadap hewan terindikasi klinis. Mudah-mudahan tidak terjadi," ucap Suharini menjelaskan. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD