Selain memperkuat infrastruktur, pemerintah mendorong penataan ruang yang lebih terarah melalui pengembangan sektor unggulan di setiap daerah, mulai dari pariwisata, agribisnis, kawasan pangan berkelanjutan, hingga industri.
"Kita membangun infrastruktur bukan semata membangun jalan, pelabuhan, atau bandara, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," katanya.
AHY mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Kawasan KUNCI Bersama masih menunjukkan disparitas antarwilayah. Karena itu, peningkatan konektivitas diperlukan untuk menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas barang dan masyarakat, serta meningkatkan produktivitas kawasan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menawarkan konsep aglomerasi polisentris, yakni pengembangan beberapa pusat pertumbuhan yang saling terhubung sesuai keunggulan masing-masing daerah.
"Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan ego sektoral. Yang dibutuhkan adalah pengembangan kawasan yang terintegrasi sehingga setiap daerah dapat tumbuh sesuai keunggulannya, namun tetap saling terhubung dan saling memperkuat," ujar AHY.