sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AHY Dorong Pengembangan Ekonomi Aglomerasi Jabar-Jateng

Economics editor Binti Mufarida
28/07/2026 03:00 WIB
Menko AHY mendorong Kawasan KUNCI Bersama menjadi model pengembangan kawasan berbasis aglomerasi polisentris Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menko AHY mendorong Kawasan KUNCI Bersama menjadi model pengembangan kawasan berbasis aglomerasi polisentris Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Foto: Ist)
Menko AHY mendorong Kawasan KUNCI Bersama menjadi model pengembangan kawasan berbasis aglomerasi polisentris Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Kawasan KUNCI Bersama menjadi model pengembangan kawasan berbasis aglomerasi polisentris untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan AHY usai menghadiri KUNCI Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/7/2026). Menurutnya, kawasan yang terdiri atas delapan kabupaten/kota di Jawa Barat dan dua kabupaten di Jawa Tengah tersebut memiliki potensi besar di sektor ekonomi, industri, pariwisata, dan pengembangan wilayah.

KUNCI Bersama Summit 2026 dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan bersama 10 kepala daerah yang tergabung dalam KUNCI Bersama, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Indramayu.

"Kawasan KUNCI Bersama memiliki potensi yang sangat besar dari sisi ekonomi, industri, pariwisata, dan pengembangan wilayah. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh konektivitas dan infrastruktur yang terintegrasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar AHY dalam keterangan resmi.

Dia menjelaskan, posisi strategis kawasan tersebut didukung oleh keberadaan Pelabuhan Patimban sebagai gerbang logistik laut dan Bandara Internasional Kertajati sebagai gerbang udara. Pemerintah juga terus mengoptimalkan kedua infrastruktur itu, termasuk menjadikan Kertajati sebagai pusat industri kedirgantaraan nasional.

Selain memperkuat infrastruktur, pemerintah mendorong penataan ruang yang lebih terarah melalui pengembangan sektor unggulan di setiap daerah, mulai dari pariwisata, agribisnis, kawasan pangan berkelanjutan, hingga industri.

"Kita membangun infrastruktur bukan semata membangun jalan, pelabuhan, atau bandara, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," katanya.

AHY mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Kawasan KUNCI Bersama masih menunjukkan disparitas antarwilayah. Karena itu, peningkatan konektivitas diperlukan untuk menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas barang dan masyarakat, serta meningkatkan produktivitas kawasan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menawarkan konsep aglomerasi polisentris, yakni pengembangan beberapa pusat pertumbuhan yang saling terhubung sesuai keunggulan masing-masing daerah.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan ego sektoral. Yang dibutuhkan adalah pengembangan kawasan yang terintegrasi sehingga setiap daerah dapat tumbuh sesuai keunggulannya, namun tetap saling terhubung dan saling memperkuat," ujar AHY.

Dia menambahkan, inisiatif pengembangan Kawasan KUNCI Bersama berawal dari aspirasi para kepala daerah yang ingin mempercepat pembangunan melalui kolaborasi lintas wilayah. Pemerintah pusat, lanjutnya, siap mengawal inisiatif tersebut agar menjadi model pengembangan kawasan yang mendorong pemerataan pembangunan.

"Ini merupakan inisiatif yang datang dari para kepala daerah. Saya melihat adanya optimisme dan semangat kolaborasi untuk membangun kawasan secara bersama-sama. Pemerintah pusat siap mendukung agar KUNCI Bersama berkembang menjadi kawasan yang semakin maju, terhubung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement