sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AHY Ingin Akses ke Hotel dan Tempat Wisata Ditingkatkan

Economics editor Rohman Wibowo
11/02/2026 03:00 WIB
Pemerintah siap mendukung industri pariwisata, termasuk perhotelan dan restoran dengan menyediakan akses dan konektivitas yang memadai. 
Pemerintah siap mendukung industri pariwisata dengan menyediakan akses dan konektivitas yang memadai. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
Pemerintah siap mendukung industri pariwisata dengan menyediakan akses dan konektivitas yang memadai. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - Pemerintah siap mendukung industri pariwisata, termasuk perhotelan dan restoran dengan menyediakan akses dan konektivitas yang memadai. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, kemajuan industri pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang mumpuni menjadi pondasi mutlak agar sektor ini bisa tumbuh cepat dan berkelanjutan.

AHY menyoroti bahwa denyut nadi bisnis perhotelan sangat bergantung pada aksesibilitas. Tanpa jalan yang mulus, transportasi efisien, serta pelabuhan dan bandara yang terkoneksi, potensi wisata akan sulit berkembang. Tak lupa, infrastruktur digital yang andal juga menjadi prasyarat di era modern ini.

“Infrastruktur membuka akses, konektivitas membuka peluang. Ketika wilayah-wilayah semakin terhubung, arus wisatawan meningkat, biaya logistik menurun, dan iklim usaha menjadi lebih kompetitif,” ujar AHY dalam sambutan secara virtual di acara Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Selasa (10/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memberikan apresiasi kepada PHRI  yang selama ini memegang peran strategis, bukan hanya sebagai pendorong angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai benteng ekonomi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja yang masif.

Lebih jauh, Menko AHY menjelaskan efek berganda (multiplier effect) dari sektor ini. Hotel dan restoran tidak sekadar tempat menginap atau makan, melainkan menjadi "mesin" yang menggerakkan ekonomi lokal.

Dia memaparkan bahwa industri ini menyerap tenaga kerja setempat dan menjadi pasar potensial bagi produk-produk lokal. Rantai pasok ini menghubungkan berbagai sektor, mulai dari petani hingga pengrajin.

“Hotel dan restoran menyerap tenaga kerja lokal, sekaligus menjadi pasar bagi produk-produk daerah. Mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga karya-karya ekonomi kreatif,” tuturnya.

Pemerataan ekonomi juga menjadi fokus utama. Dengan konektivitas yang semakin merata hingga ke pelosok, AHY berharap kue pertumbuhan pariwisata tidak hanya dinikmati oleh kota-kota besar saja. Daerah-daerah terpencil yang menyimpan kekayaan alam dan budaya luar biasa pun bisa ikut naik panggung.

Untuk mewujudkan hal tersebut, AHY menekankan pentingnya sinergi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha. Pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah harus gayung bersambut dengan kebutuhan industri agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Saya optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mendorong sektor perhotelan dan restoran sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing pariwisata Indonesia,” katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement