AirAsia mengatakan bahwa mereka mengendalikan sekitar 40 persen dari total pasar penerbangan Malaysia dan hampir 60 persen dari penerbangan domestik.
Grup tersebut melaporkan kerugian bersih sebesar 830,5 juta ringgit (Rp3,6 triliun) pada kuartal II-2026.
Hasil tersebut didorong oleh lonjakan harga bahan bakar pesawat jet, yang harga rata-ratanya naik 66 persen dari kuartal ke kuartal menjadi USD183 per barel di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)