IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memiliki pandangan optimistis terhadap perekonomian Indonesia dalam dua tahun ke depan. Dia memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal naik menuju 8 persen dalam kurun waktu tersebut.
Airlangga menjelaskan, target ambisius itu bukan tanpa dasar, melainkan dampak dari kebijakan yang saat ini tengah digulirkan, seperti koperasi desa merah putih, hingga program Makan Bergizi Gratis.
"Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan," ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Airlangga menjelaskan, target tersebut akan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor impor. Kehadiran Danantara juga dinilai mampu meningkatkan sisi investasi dan konsumsi rumah tangga lewat penciptaan lapangan kerja.
"Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di sektor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi," kata dia.
Airlangga memaparkan capaian ekonomi Indonesia di 2025 yang berhasil tumbuh 5,11 persen. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua G20 setelah India yang tumbuh 7,4 persen.
Adapun capaian pertumbuhan tersebut disumbang dari sisi konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi 5,09 persen, serta belanja modal pemerintah yang melonjak 44,2 persen. Ekspor juga tumbuh positif 7,03 persen.
Selain itu, sektor pertanian tumbuh 5,03 persen, industri pengolahan 5,3 persen, sementara sektor transportasi, pergudangan, serta akomodasi makanan-minuman tumbuh di atas 7 persen. Kunjungan wisatawan nusantara juga bergerak naik mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, naik 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.
Airlangga menekankan pertumbuhan ekonomi juga diiringi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun ke 8,25 persen, rasio gini membaik di 0,36, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen. Serapan tenaga kerja bertambah 2,71 juta orang.
"Momentum ini sangat sesuai dengan tema rencana kerja pemerintah, yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju," kata Airlangga.
(NIA DEVIYANA)