IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan pelaku industri baja nasional untuk mewaspadai ancaman kelebihan pasokan (over supply) global.
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA), Rabu (11/2/2026).
"Kita harus waspada terhadap global over supply baja sebesar 2,5 miliar metrik ton di tahun 2025," kata Airlangga.
Meski demikian, dia menilai industri baja nasional masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kinerja. Hal ini ditopang program hilirisasi yang telah menunjukkan hasil nyata terhadap kinerja ekspor.
"Hilirisasi dikerjakan secara konsisten dan membuatkan hasil nyata seperti lonjakan nilai ekspor, di mana feronikel menjadi komunitas unggulan dengan nilai mendekati USD15 miliar bulan Januari sampai dengan November 2025," kata dia.