Airlangga juga menekankan bahwa pasar ekspor Indonesia tidak bergantung pada satu negara saja. China masih menjadi mitra utama dengan nilai ekspor lebih dari USD16 miliar.
Kemudian, Australia menjadi tujuan ekspor dengan nilai USD1,6 miliar, disusul oleh Singapura dan Inggris.
"Artinya baja kita sudah mempunyai kualitas secara standar global," kata Airlangga.
Dari sisi investasi, sektor industri baja mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Nilai investasi meningkat dua kali lipat dari USD8 miliar menjadi USD16,37 miliar.
Investasi tersebut didorong sejumlah negara mitra, mencakup Hong Kong sebesar USD5,11 miliar, Singapura USD5,12 miliar, serta China sebesar USD4 miliar.
(NIA DEVIYANA)