IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) memperpanjang tren pelemahan menjadi tiga hari berturut-turut pada Kamis (12/2/2026), seiring penguatan tipis ringgit yang menambah tekanan dari penurunan kontrak palm olein di Dalian serta absennya sentimen positif dari konferensi industri utama.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,64 persen menjadi 4.034 ringgit Malaysia per ton pada pukul 14.30 WIB.
“Penguatan ringgit terus membebani daya saing ekspor dan meredam minat beli. Pada saat yang sama, harga palm olein di Dalian melemah, menambah tekanan dari kompleks minyak nabati secara luas,” ujar analis komoditas pertanian StoneX yang berbasis di Singapura, Kang Wei Cheang, dikutip dari Reuters.
Menurut dia, pelaku pasar juga masih mencermati beragam pandangan dalam Price Outlook Conference di Kuala Lumpur, tanpa muncul katalis bullish baru dalam waktu dekat.
Ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan sawit, menguat 0,13 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas ini menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing.