Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,15 persen, sementara kontrak minyak sawitnya turun 0,9 persen. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai menguat 0,42 persen.
Minyak sawit kerap mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaingnya, karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, Malaysia menaikkan harga referensi minyak sawit mentah untuk Maret dan mempertahankan bea ekspor sebesar 9 persen, menurut surat edaran di situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB).
Di sisi lain, langkah Indonesia yang menunda ekspansi biodiesel serta ekspektasi peningkatan produksi dalam beberapa bulan mendatang diperkirakan menekan harga minyak sawit.
Meski demikian, permintaan yang kuat dan perlambatan pertumbuhan produksi secara keseluruhan dinilai dapat membatasi pelemahan lebih lanjut, kata para analis.