IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan indikator ketenagakerjaan secara umum terus memperlihatkan tren positif seiring bertambahnya warga yang terserap di pasar kerja. Hal tersebut, mendukung perbaikan kesejahteraan di mana data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan per Maret 2026 turun ke level 8,07 persen atau menyusut menjadi 22,93 juta jiwa.
Pemerintah, kata Airlangga, terus mengawal sektor-sektor industri rentan seraya mempercepat penciptaan peluang kerja baru.
“Kami lihat jumlah mereka yang bekerja juga meningkat, jumlahnya lebih besar daripada PHK. Kami monitor saja industri-industri yang rentan terhadap PHK dan pemerintah terus fokus menciptakan lapangan kerja,” kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (6/8/2026)
Untuk membentengi korporasi dari gelombang PHK lanjutan, berbagai instrumen perlindungan telah disalurkan, termasuk fasilitas keringanan fiskal bagi korporasi yang mempertahankan tenaga kerjanya.
“Bantuan sudah berikan yang dalam bentuk untuk perusahaan supaya tidak melakukan penghentian, kan PPH-nya ditanggung pemerintah sampai Rp 10 juta. Jadi kita berharap itu tidak melakukan PHK,” ujar dia.
Langkah mitigasi juga diupayakan lewat program magang bersubsidi guna mendorong korporasi merekrut tenaga kerja baru dengan beban upah yang lebih ringan selama masa transisi enam bulan.
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS merekam jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 bertambah 522 ribu orang menjadi 148,19 juta jiwa, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melandai ke angka 4,65 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tumpuan utama penyerapan tenaga kerja dengan rata-rata upah buruh nasional menyentuh Rp 3,39 juta.
(NIA DEVIYANA)