IDXChannel - Pemerintah berkomitmen memperkuat pengembangan ekonomi syariah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tingkat inklusi keuangan syariah masih berada di sekitar 13 persen, meski tingkat literasinya telah mencapai lebih dari 43,07 persen.
Hal ini cukup jauh jika dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan konvensional telah mencapai 93,53 persen.
“Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, terutama di perdesaan, sektor pertanian, dan UMKM,” ujar Airlangga dalam Simposium Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Konvensional: Menuju Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan Sosial, di Jakarta, dikutip Rabu (9/9/2026).
Penguatan dilakukan melalui perluasan inklusi keuangan syariah, akses pembiayaan, pengembangan industri halal, serta optimalisasi potensi keuangan syariah.