sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Airlangga Sebut Program B50 Hemat Devisa hingga USD177 Miliar

Economics editor Anggie Ariesta
10/07/2026 20:55 WIB
Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Airlangga Sebut Program B50 Hemat Devisa hingga USD177 Miliar (Foto: Inews Media Group)
Airlangga Sebut Program B50 Hemat Devisa hingga USD177 Miliar (Foto: Inews Media Group)

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan penggunaan komersial solar B50 pada Kamis (9/7/2026) di SPBU Pertamina Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Peluncuran tersebut menandai peningkatan kadar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam biodiesel dari sebelumnya 40 persen (B40) yang telah diterapkan sejak awal 2025 menjadi 50 persen (B50).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), implementasi B50 akan meningkatkan kebutuhan biodiesel atau FAME menjadi 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter, dari 14,9 juta kiloliter pada saat implementasi B40.

Kebutuhan minyak sawit (crude palm oil/CPO) juga diperkirakan naik menjadi 15,2 juta hingga 16,3 juta ton, dibandingkan sekitar 13,6 juta ton pada skema B40.

Dari sisi lingkungan, penerapan B50 diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2, meningkat dari potensi penurunan emisi sebesar 39,66 juta ton CO2 pada implementasi B40.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement