sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Alasan Pebisnis Pilih Sewa di Kantor Konvensional Dibandingkan Coworking Space

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
03/11/2025 20:05 WIB
Kantor konvensional tetap menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang mengutamakan stabilitas, citra profesional, dan efisiensi jangka panjang.
Alasan Pebisnis Pilih Sewa di Kantor Konvensional Dibandingkan Coworking Space. (Foto Ilustrasi)
Alasan Pebisnis Pilih Sewa di Kantor Konvensional Dibandingkan Coworking Space. (Foto Ilustrasi)

IDXChannel - Sebelum pandemi Covid-19 dan munculnya tren work from home (WFH), coworking space/service office sempat berkembang pesat di kota-kota besar Indonesia. Popularitasnya didorong oleh kebutuhan akan ruang kerja yang fleksibel, efisien, dan siap pakai, terutama bagi para pekerja lepas, startup, dan perusahaan rintisan yang pada saat itu mengalami pertumbuhan cepat namun belum stabil secara operasional maupun finansial. 

Banyak dari mereka menyewa coworking space/service office karena fleksibilitas sewa jangka pendek dan kemampuan untuk mengakomodasi perubahan jumlah karyawan yang dinamis.

Pada puncaknya, jumlah startup di Indonesia mencapai sekitar 13.000 pada 2020, sebagian besar dari mereka berlokasi di Jakarta dan sekitarnya, yang menjadi pusat bagi perusahaan rintisan di tanah air. Berdasarkan data dari Asosiasi Coworking Space Indonesia (ACSI), jumlah coworking space di Indonesia pada tahun 2020 mencapai lebih dari 500 unit.

Namun, seiring meredanya pandemi dan meningkatnya kebutuhan akan stabilitas, privasi, serta citra profesional yang kuat, banyak perusahaan mulai beralih kembali ke kantor konvensional. Kantor konvensional dinilai lebih ideal untuk mendukung operasional jangka panjang, meskipun umumnya disewakan dengan skema 2–3 tahun dan tidak sefleksibel coworking space/service office dalam hal durasi sewa.

Tren pergeseran tersebut turut tercermin dari dinamika industri coworking itu sendiri. Berdasarkan laporan Katadata (2023), kebangkrutan beberapa coworking space, menggambarkan kerentanan model bisnis coworking space/service office, khususnya yang berskala besar. Konsep yang menawarkan fasilitas premium dengan harga sewa rendah terbukti tidak berkelanjutan secara finansial, terutama karena biaya operasional yang tinggi tidak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement