Mekanisme tekanan bekerja melalui kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun yang sempat menyentuh kisaran 4,96 persen sesaat setelah keputusan The Fed dipublikasikan.
Ketika selisih imbal hasil (spread) aset rupiah dan dolar menyempit di tengah tingginya risiko kurs, modal global cenderung beralih ke aset berisiko lebih rendah.
Transmisi dari pengetatan moneter AS ini dinilai berpotensi menjangkau sektor riil domestik melalui beberapa lapis dampak.
Menurut Syafruddin, pelemahan rupiah meningkatkan harga barang impor (imported inflation), yang mempersempit ruang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter.
BI menghadapi dilema antara mempertahankan BI-Rate tinggi untuk menjaga daya tarik aset atau memangkas bunga guna mendorong pertumbuhan kredit.