AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Antisipasi Praktik Joki di Seleksi CPNS, BKN Buat Fitur FaceRecognition

ECONOMICS
Dita Angga/Sindo
Kamis, 25 Maret 2021 09:45 WIB
Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan inovasi dengan membuat Fitur FaceRecognition untuk proses pendaftaran demi mencegah praktik perjokian.
Antisipasi Praktik Joki di Seleksi CPNS, BKN Buat Fitur FaceRecognition. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi mencegah praktik percaloan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan sekolah kedinasan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan inovasi dengan membuat Fitur FaceRecognition untuk proses pendaftaran.

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, mengatakan, fitur ini dibuat untuk mencegah terjadinya kecurangan atau percaloan dalam seleksi penerimaan aparatur sipil negara (ASN). Dengan demikian, kualitas transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga dengan baik.

“(Kami) akan tetap menjaga kualitas transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan seleksi ASN, termasuk mencegah terjadinya tindak kecurangan atau percaloan,” ujarnya dikutip dalam siaran pers dari Humas BKN, Kamis (25/3/2021).

Untuk mengantisipasi hal itu, Bima mengatakan tengah mempersiapkan fitur tambahan pada sistem CAT BKN yakni face recognition. “Face recognition yang diperuntukkan untuk mengidentifikasi peserta yang melakukan ujian, sehingga dapat meminimalkan adanya percaloan dalam pelaksanaan ujian,” ungkapnya.

Seperti diketahui, seleksi CPNS 2019 yang dilaksanakan tahun lalu terjadi praktik kecurangan terjadi dalam pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS. Di mana ditemukan aksi perjokian saat tes sedang berjalan.

Kecurangan ini terjadi di titik lokasi tes SKB CPNS Kantor Regional (Kanreg) BKN Medan. Aksi ini dilakukan oleh oknum PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan berinisial EW (37). VS (33) si pelamar CPNS merupakan sepupu EW yang melamar menjadi guru di instansi Pemerintah Kota Pematangsiantar.

VS disebut EW sebagai saudara sepupu. Pada Rabu (23/09/2020) EW dan VS tiba di Kantor Regional VI BKN Medan Sunggal dengan pakaian hitam putih layaknya peserta ujian pada umumnya. Saat melakukan pemeriksaan, panitia menemukan gelagat yang mencurigakan di antaranya tampak dari kehadiran EW saat injury time dan langsung ke ruang ujian tanpa lebih dahulu registrasi pin.

Akhirnya pihak BKN Medan meminta kerja sama pihak Kepolisian Medan Sunggal untuk mengusut kecurigaan tersebut. Awalnya kedua oknum tersebut tidak mengakui perbuatannya. Setelah diperiksa lebih lanjut, EW dan VS mengakui tindakan tersebut. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD