"Ini adalah aspek penting dari kampanye ekonomi kami melawan Iran, dan karena itu kami ingin memastikan adanya konsistensi di antara semua anggota G20," kata pejabat AS itu kepada Reuters.
Ketika ditanya tentang bagaimana Bessent akan menanggapi kekhawatiran para pemimpin keuangan G20 mengenai meningkatnya utang AS dan imbal hasil obligasi, pejabat tersebut mengatakan bahwa imbal hasil obligasi, yang meningkat sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, akan turun seiring dengan meredanya inflasi dari waktu ke waktu.
Meskipun demikian, Departemen Keuangan fokus pada penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang, sebagaimana dibuktikan oleh langkah Bessent untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka 10 hingga 30 tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)