IDXChannel - Amerika Serikat (AS) akan menjadi tuan rumah pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Asheville, North Carolina pekan depan.
Menurut sorang pejabat senior Departemen Keuangan AS, Washington akan mendorong langkah-langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketidakseimbangan perdagangan global, dan mengatasi peningkatan utang pemerintah.
Dilansir dari Dawn pada Jumat (28/8/2026), Washington juga akan mendesak mereka untuk memutus hubungan ekonomi dengan Iran.
Sebelumnya, AS mengancam akan mengenakan sanksi kepada negara yang masih memiliki hubungan bisnis dengan Iran.
Dalam pertemuan G20 pekan depan, Menteri Kuangan AS Scott Bessent akan membuat pernyataan tegas kepada para pejabat G20 bahwa mereka harus mematuhi kampanye sanksi AS terhadap Iran jika mereka ingin terus berbisnis dalam sistem keuangan Barat yang berbasis dolar AS.
"Ini adalah aspek penting dari kampanye ekonomi kami melawan Iran, dan karena itu kami ingin memastikan adanya konsistensi di antara semua anggota G20," kata pejabat AS itu kepada Reuters.
Ketika ditanya tentang bagaimana Bessent akan menanggapi kekhawatiran para pemimpin keuangan G20 mengenai meningkatnya utang AS dan imbal hasil obligasi, pejabat tersebut mengatakan bahwa imbal hasil obligasi, yang meningkat sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, akan turun seiring dengan meredanya inflasi dari waktu ke waktu.
Meskipun demikian, Departemen Keuangan fokus pada penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang, sebagaimana dibuktikan oleh langkah Bessent untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka 10 hingga 30 tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)