IDXChannel - Sektor batu bara dinilai masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (undervalued) meski prospek harga komoditas mulai memasuki fase normalisasi.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar masih memberikan diskon berlebihan terhadap emiten batu bara karena ketidakpastian kebijakan, sementara kondisi fundamental sektor justru bergerak menuju keseimbangan yang lebih sehat.
Dalam riset yang terbit Jumat (28/8/2026), BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor batu bara.
Namun, rekomendasi taktis untuk tiga bulan ke depan diturunkan menjadi netral, seiring ruang kenaikan jangka pendek yang dinilai lebih terbatas.
Dari sisi valuasi, sektor batu bara saat ini diperdagangkan pada price-to-earnings (PE) 6,1 kali, atau sekitar 0,7 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.