Kondisi tersebut membuat pasar batu bara tetap ketat, tetapi belum sampai menciptakan supply shock.
Memasuki semester II-2026, keseimbangan pasokan dan permintaan diperkirakan membaik seiring meredanya tekanan akibat perang serta potensi kenaikan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 10-12 persen.
BRI Danareksa memperkirakan harga batu bara mengalami normalisasi pada semester II-2026.
Indeks harga batu bara Indonesia, ICI3 dan ICI4, disebut telah mencapai puncaknya pada Juni 2026 dan mulai bergerak moderat.
Meski demikian, normalisasi harga tersebut diperkirakan tidak berubah menjadi penurunan tajam atau collapse.