Menurut BRI Danareksa Sekuritas, level tersebut menunjukkan pasar masih memperhitungkan tingkat ketidakpastian kebijakan yang relatif tinggi.
Padahal, tekanan pada sisi pasokan mulai mereda. Impor batu bara China dan India masing-masing turun 3 persen dan 18 persen secara tahunan.
Namun, permintaan dari negara-negara Asia Timur masih cukup menopang pasar, dengan impor Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan masing-masing tumbuh 4 persen, 3 persen, dan 20 persen secara tahunan.
Di sisi lain, Indonesia masih menjadi faktor utama yang mengetatkan pasokan global.
Produksi dan ekspor batu bara Indonesia tercatat turun sekitar 8 persen secara tahunan dalam lima bulan pertama 2026.