Salah satu faktor yang menjadi perhatian utama adalah persetujuan revisi RKAB yang diperkirakan keluar dalam satu hingga 1,5 bulan mendatang.
Persetujuan tersebut menjadi variabel penting karena tambahan kuota produksi berpotensi meningkatkan pasokan domestik dan ekspor.
Sementara itu, kewajiban pasokan domestik atau domestic market obligation (DMO) masih menjadi risiko terhadap harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) dalam jangka pendek.
Di sisi lain, risiko dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) diperkirakan mulai mereda.
Dari sisi kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kuartal II-2026 belum akan menunjukkan lonjakan laba yang signifikan bagi emiten batu bara.