AALI
9275
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
177
ADRO
3230
AGAR
312
AGII
2230
AGRO
745
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1155
AKSI
274
ALDO
760
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.14
0.12%
+0.65
IHSG
7141.90
0.12%
+8.45
LQ45
1017.94
0.16%
+1.58
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

AS Izinkan Anak Usia Dibawah 5 Tahun Disuntik Vaksin Pfizer dan Moderna

ECONOMICS
Kevi Laras
Sabtu, 18 Juni 2022 11:07 WIB
BPOM AS memberikan status emergency authorisation (penggunaan darurat) untuk vaksin Pfizer dan Moderna Covid-19 pada anak-anak termuda.
AS Izinkan Anak Usia Dibawah 5 Tahun Disuntik Vaksin Pfizer dan Moderna. (Foto: MNC Media)
AS Izinkan Anak Usia Dibawah 5 Tahun Disuntik Vaksin Pfizer dan Moderna. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS memberikan status emergency authorisation (penggunaan darurat) untuk vaksin Pfizer dan Moderna Covid-19 pada anak-anak termuda, khususnya kelompok usia dibawah 5 tahun.

Badan tersebut mengizinkan vaksin dua dosis Moderna untuk anak-anak berusia enam bulan hingga lima tahun, dan tiga dosis suntikan Pfizer untuk mereka yang berusia antara enam bulan dan empat tahun.

"Banyak orangtua, pengasuh, dan dokter telah menunggu vaksin untuk anak-anak yang lebih kecil dan tindakan ini akan membantu melindungi mereka yang berusia di bawah enam bulan," kata Kepala BPOM AS, Robert Califf dilansir CNA, Sabtu (18/6/2022).

Sementara pemerintah AS mengatakan setelah keputusan FDA dibuat, 10 juta dosis dapat segera dikirim ke seluruh negeri, diikuti oleh jutaan lagi dalam minggu-minggu berikutnya.

Namun itu, bertolakbelakang dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang meminta untuk adanya pertemuan komite penasihat ahli yang diharapkan lebih dulu dilakukan, baru memberikan lampu hijau.

Sejauh ini, vaksin dari dua perusahaan tersebut telah diuji dalam uji coba terhadap ribuan anak-anak. Mereka ditemukan menyebabkan tingkat efek samping ringan serupa, seperti pada kelompok usia yang lebih tua dan memicu tingkat antibodi yang serupa.

Adanya kemanjuran terhadap infeksi lebih tinggi untuk Pfizer, dengan perusahaan bernilai 80 persen, dibandingkan dengan perkiraan Moderna 51 persen untuk anak-anak berusia enam bulan hingga dua tahun dan 37 persen untuk mereka yang berusia dua hingga lima tahun.

Tetapi angka Pfizer didasarkan pada sangat sedikit kasus dan dengan demikian dianggap sebagai pendahuluan. Ini juga membutuhkan tiga dosis untuk mencapai perlindungannya, dengan suntikan ketiga diberikan delapan minggu setelah yang kedua, diberikan tiga minggu setelah yang pertama. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD